<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5157660843282796905</id><updated>2011-04-21T18:17:07.089-07:00</updated><category term='obat alami'/><title type='text'>KESEHATAN</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kesehatan4you.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5157660843282796905/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatan4you.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>njw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16840583179430603727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5157660843282796905.post-1693982789772661313</id><published>2008-11-14T08:39:00.000-08:00</published><updated>2008-11-14T08:43:02.874-08:00</updated><title type='text'>ADAS TANAMAN YANG BERPOTENSI DIKEMBANGKAN SEBAGAI BAHAN OBAT ALAMI</title><content type='html'>Tanaman Adas  (Foeniculum vul-gare Mill.) adalah tanaman herba tahunan  dari familii Umbelliferae dan genus Foeniculum.  Tanaman ini berasal dari  Eropa Selatan dan daerah Mediterania,  yang ke-mudian  menyebar cukup luas di berbagai negara seperti Cina, Meksiko, India,  Itali,  Indian, dan  termasuk negara Indonesia.   Genus Foeniculum  mempunyai tiga spesies yaitu F. vulgare (adas), F. azoricum (adas bunga di-gunakan sebagai sayuran) dan F. dulce (adas manis digunakan juga sebagai sayuran). F. vulgare mempunyai sub spesies yaitu  F. fulgare var. dulce dan F. vulgare var. vulgare. Di Indonesia dikenal dua jenis adas yang termasuk ke dalam famili Umbelliferae, yaitu  adas (F. vulgare Mill.) dan adas sowa (Anetum graveolens Linn.)  Kedua  jenis ini telah banyak dibudidayakan di Indonesia,  ter-utama  adas (F. vulgare Mill.)  Sedangkan A. graveolens Linn lebih banyak dibudidayakan di daerah dataran rendah dan daunnya dimakan sebagai lalap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selain sebagai bumbu masak,  tanaman adas mempunyai banyak kegunaan mulai  dari akar, daun, batang dan bijinya.   Daun adas digunakan sebagai di-uretik (pelancar air seni) dan me-macu pengeluaran keringat.  Akar-nya berkhasiat sebagai obat batuk, pencuci perut  dan sakit perut se-habis melahirkan.  Tanaman muda  digunakan juga sebagai obat gang-guan saluran pernapasan dan dari ekstrak buah adas dapat digunakan  untuk mengobati mulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kegunaannya sebagai tanaman obat, maka tanaman adas merupakan salah satu tanaman  yang mempunyai peranan penting dalam industri obat tradisional di Indone-sia.  Hal ini dapat dilihat dari laju permintaan  dalam negeri terhadap simplisia adas yang terus mening-kat. Pada tahun  1984  pemakai-     an adas sebesar 10.498 ton/tahun, pada  tahun 1993 meningkat menjadi 321.520 ton/tahun.  Laju permintaan yang tinggi ini tidak diimbangi dengan budidaya secara intensif se-hingga negara Indonesia mengimpor  adas pada tahun 2000 sebesar   3.000 ton dari negara India, Mesir dan Iran, karena produksi lokal  hanya berkisar 300 ton/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat   kegunaannya yang beragam dan kebutuhan dalam negeri yang belum terpenuhi maka tanaman ini cukup potensi untuk dikembangkan. Untuk mendukung pengembangan tanaman adas perlu di-ketahui informasi tentang tanaman adas mulai dari  kegunaan, syarat tumbuh, penanganan benih dan teknik budidayanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi Tanaman Adas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman dicirikan dengan ben-tuk herba tahunan, tingga tanaman dapat mencapai 1 - 2 m dengan percabangan  yang banyak, batang beralur. Daun berbagi menyirip, berbentuk bulat telur sampai segi tiga dengan panjang 3 dm,  bunga ber-warna kuning membentuk kumpulan payung yang besar. Dalam satu payung besar terdapat 15 - 40 payung kecil, dengan panjang tangkai payung 1 - 6 cm.  Bunga ber-bentuk oblong dengan panjang 3,5 - 4 mm.  Dalam masing-masing   biji terdapat tabung minyak yang letak-nya berselang-seling. Pada waktu muda biji  adas bewarna hijau ke-mudian  kuning kehijauan, dan ku-ning kecokelatan pada saat panen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan bahan aktif           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan atsiri adas bervariasi antara 0,6 - 6%.  Buah yang terletak di tengah-tengah payung umumnya mengandung minyak atsiri yang lebih tinggi dan baunya lebih tajam  dibandingkan dengan buah yang terletak di bagian lain. Iklim dan waktu panen  sangat menentukan kandungan minyak atsiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1. Kadar minyak atsiri, anethol, fenchone dan estragol &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jenis/tempat asal Kadar minyak(g/100 ml) Anethol (%) Fenchone (%) Estragol (%) &lt;br /&gt; Adas  (F. vulgare) Cipanas, Jawa Barat 3,83 43,3 33,3 15,3  &lt;br /&gt;Adas (F. vulgare) Lembang , Jawa Barat 3,23 28,3 28,9 16,9 &lt;br /&gt;Adas  jamu (F. vulgare) Jawa  Tengah 4,39 44,5 16,9 22,7 &lt;br /&gt;Adas (F. dulce)  dari pedagang 2,23 73,0 2,0 0,96 &lt;br /&gt;Anis (Star anis) dari pedagang 13,97 82,8 - 0,96 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Risfaheri dan Makmun (1999)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minyak atsiri  yang paling utama  dari varietas dulce mengandung anethol (50 - 80%), limonene (5%), fenchone (5%), estragol (methyl-chavicol), safrol, alpha-pinene (0,5%), camphene, beta-pinene, beta-myrcene dan p-cymen. Sebalik-nya varietas vulgare tidak dibudi-dayakan, kadang-kadang mengandung lebih banyak minyak atsiri, tetapi karena dicirikan oleh  fen-chone yang pahit (12 - 22%) sehing-ga harganya lebih murah dari varietas dulce.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegunaan sebagai bumbu dapur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji  dan  minyak yang sudah di-destilasi dapat digunakan sebagai flavor (aroma) dalam industri makanan  seperti  bumbu daging, sayur-an, ikan, saus, sop,  salad dan lain-lain. Biji yang sudah dihancurkan dapat juga digunakan sebagai  bumbu salad (mayonnaise, kue yang manis). Tepung adas digunakan juga untuk bumbu kari,  daun yang muda dapat dimakan sebagai sayuran segar (lalap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegunaan untuk obat dan industri lainnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tanaman obat adas dapat digunakan sebagai antispasmodik, karminatif, diuretik (pelancar air seni), ekspektoran (pengencer da-hak), laxative, stimulant (perang-sang),  dan obat sakit perut.  Dari sedikit akar  yang direbus sebagai sayuran  bisa digunakan untuk obat  batuk (pelancar dahak).  Adas juga digunakan  sebagai obat untuk merangsang air susu ibu (pelancar ASI), sebagai obat kolik dan digunakan untuk memperbaiki rasa obat lainnya. Minyak esensial dan oleoresin adas  dapat digunakan untuk aroma sabun, kream, parfum dan minuman beralkohol. Obat-obatan herbal Cina juga menggunakan adas sebagai obat gra-stroenteritis, hernia, gangguan pen-cernaan, gangguan abdomen, meng-hancurkan lendir dan merangsang produksi susu. Minyak esensial  adas dilaporkan bisa menstimulasi per-baikan liver pada tikus putih dan juga sebagai antibakteri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kesehatan wanita  selain meningkatkan produksi ASI, adas juga dapat memperlancar haid, dan meningkatkan hormon estrogen se-hingga adas juga dapat memper-lambat menopause. Adas  juga dapat digunakan sebagai terapi  tradisional kanker prostat, dengan dosis 1 - 2 sendok teh adas yang telah dihancurkan kemudian direndam dalam secangkir air panas selama 10 menit, dan di-minum sebanyak 3 cangkir tiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adas sebaiknya jangan diberikan pada penderita alergi terhadap wor-tel, selederi, penderita epilepsi dan anak di bawah umur. Adas aman digunakan sebagai obat dalam jang-ka waktu yang tidak lama.  Pemakai-an jangka lama dalam jumlah yang banyak akan memberikan efek samping di antaranya, kulit menjadi sensitif terhadap cahaya matahari,  di mana kulit menjadi gelap dan sakit terbakar matahari.  Sehingga selama pemakaian adas sebaiknya memakai proteksi (sunblock) apabila keluar ruangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2. Analisis  faktor  sumbangan  dan  kompensasi  pengelolaan pada usahatani adas seluas 0.1 ha di Kecamatan Ampel dan Cepogo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Uraian Nilai (Rp) Sumbangan (%) &lt;br /&gt;Pendapatan kotor 928.917,65 100,00 &lt;br /&gt;Biaya (236.047,38)  (25,41) &lt;br /&gt;Bibit 851,06    0,09 &lt;br /&gt;Pupuk kandang 58.088,24    6,25 &lt;br /&gt;Pupuk urea 9.816,18    1,06 &lt;br /&gt;Pupuk TSP (kg) 8.278,19    0,89 &lt;br /&gt;Pestisida 1.470,59    0,16 &lt;br /&gt;Alat (paket) 5.700,00    0,61 &lt;br /&gt;Tenaga kerja 151.843,14  16,35 &lt;br /&gt;Kompensasi pengelo-laan 692.870,26  74,59 &lt;br /&gt;Sumber : Pribadi et al 1993&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan tumbuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman adas dapat tumbuh dari dataran rendah sampai dataran tinggi (10 - 1.800 m dari pemukaan laut).  Di pulau Jawa adas ditanam pada daerah dengan ketinggian 1.600 - 2.400 m dpl.  Adas memerlukan cuaca sejuk dan cerah (150C - 200C)  untuk menunjang pertumbuhannya, dengan curah hujan sekitar 2500 mm/tahun.  Adas banyak ditemukan di tepi sungai, danau atau tanggul daerah pembuangan. Adas merupa-kan tanaman khas di palung sungai.  Adas akan tumbuh baik pada tanah berlempung, tanah yang cukup subur dan berdrainase baik, berpasir atau liat berpasir dan berkapur  dengan pH 6,5 - 8,0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman adas diperbanyak se-cara generatif (benih).  Benih  di-panen dari buah yang sudah masak dengan kriteria berwarna hijau terang (masak fisiologis). Tanaman dari famili Umbelliferrae seperti  ke-tumbar, adas biasanya mempunyai daya berkecambah yang rendah (di bawah 70%). Untuk meningkatkan persentase berkecambah diperlukan perlakuan (treatment) terhadap benih sebelum ditanam di antaranya  pe-rendaman dalam air selama 24 jam, perendaman dalam larutan PEG dan KNO3. Kebutuhan bibit/ha adalah sebanyak 0.5 - 1 kg (disemaikan terlebih dahulu) dan 4 - 6 kg  apabila ditanam  langsung di lapang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budidaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan lahan dimulai dari  pembersihan  lahan dari gulma, pen-cangkulan dan penggarpuan yang dilanjutkan dengan pembuangan sisa-sisa akar tanaman lain. Selanjut-nya dilakukan pembuatan lubang ta-nam dengan jarak tanam yang biasa digunakan yaitu (0,5 - 1) x 1 m. Lubang tanam yang telah disiapkan kemudian diisi dengan pupuk kan-dang sebanyak lebih kurang 100 g/lubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanaman dilakukan pada permulaan musim hujan, dimana setiap lubang tanam ditanam 1 bibit.  Adas selain dibudidayakan secara monokultur juga dapat ditanam di lahan-lahan terbuka yang belum dimanfaatkan, di pematang kebun atau di pinggir jalan (tumpang sari dengan tanaman lain).  Pemeliharaan yang dilakukan  meliputi penyiangan gulma, pemupukan ulang dan pem-berantasan hama dan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman adas sangat respon ter-hadap pemupukan N, P dan K.  Untuk mendapatkan hasil  panen se-besar 113 kg/ha di India membutuh-kan 27 kg N, 5 kg P dan 17,5 kg K/ha.  Sedangkan di Indonesia untuk mendapatkan hasil panen  basah se-besar 900 g/tanaman dibutuhkan   56,68 kg N, 11,73 kg P dan 30 kg CaO/ha.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman adas juga sangat respon dengan irigasi. Pemberian irigasi  diperhitungkan dengan stadia per-tumbuhan tanaman, pengairan di-berikan apabila eoeporimeter menunjukkan defisit 30 - 40 mm.  Irigasi yang teratur akan meningkatkan hasil dan mutu buah, interval pemberian tergantung pada tipe tanah dan kultivarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panen  dan pasca panen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman adas  mulai dipanen pada umur 8 bulan setelah tanam yang ditandai dengan warna buah hijau keabu-abuan sampai ke-hitaman dan cukup keras apabila dipijit.  Buah adas matangnya tidak serempak, sehingga panennya membutuhkan waktu yang cukup lama (4 bulan) dengan  15 kali pemetikan  dalam interval waktu 1 - 2 minggu.  Pemanen dilakukan dengan  cara memetik karangan buah yang telah masak,  buah yang masih  muda di-tinggalkan untuk periode panen berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buah hasil panen dijemur di bawah sinar matahari sampai kadar air mencapai 12 - 14%.  Buah yang telah dikeringkan kemudian di-bersihkan dari kotoran tanaman. Pengemasan dilakukan dalam kan-tong-kantong plastik yang bersih dan disimpan dalam gudang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan komposisi kimia minyak adas yang disebabkan oleh perlakuan penyimpanan dengan ana-lisis GCMS (Gas Chromatography Mass Spectrometri), pada minyak adas yang telah disimpan selama 3 bulan menunjukkan bahwa kom-ponen utamanya yaitu trans-anethol mengalami oksidasi dan reduksi menjadi p-anisaldehid, anis keton dan senyawa benzil metilketon. Perubahan komposisi kimia minyak adas tersebut diperkirakan karena pengaruh cahaya dan oksigen yang terdapat di udara. Wadah simpan yang  digunakan untuk menyimpan  minyak adas tersebut adalah botol yang bening (transparan), yang se-baiknya digunakan botol yang gelap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1993 adas menduduki urutan ke 7 dalam urutan 50 besar simplisia yang banyak digunakan oleh industri obat tradisional. Di Kabupaten Boyolali menunjukkan bahwa adas dapat memberikan kon-tribusi terhadap pendapatan ke-luarga petani sebesar 14,92% .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor produksi yang nyata hubungannya  dengan produksi adas adalah penggunaan bibit dan pupuk kandang secara parsial. Untuk pe-nambahan 1% bibit produksi akan turun sebesar 5,71%. Akan tetapi penambahan pupuk kandang sebesar 1% akan meningkatkan produksi sebesar 5,77%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada biaya panen tahun pertama, biaya usaha terbesar yang dikeluar-kan oleh petani untuk usaha tani adas adalah untuk tenaga kerja mencapai 16,35% dari biaya usaha tani, menyusul biaya pupuk kandang yaitu 6,25%, sedangkan nilai biaya produksi total hanya 25,41% dari pendapatan kotor. Petani mendapat-kan kompensasi pengelolaan yang cukup besar yaitu 74,59% dari pendapan kotor. &lt;br /&gt;Perhitungan  analisa usaha tani adas pada tahun 2000 dengan luas lahan 1 ha dan produksi 800 kg, harga jual Rp 9.000/kg keuntungan yang diterima  sekitar Rp 4.072.000. Dengan pendapatan tersebut petani dianggap menggunakan lahan sen-diri tanpa pengeluaran biaya untuk sewa lahan. (Sumber : Devi Rusmin dan  Melati, Warta Puslitbangbun Vol.13 No. 2, Agustus 2007)&lt;br /&gt;from: http://embundaun.wordpress.com/2008/09/01/adas-tanaman-yang-berpotensi-dikembangkan-sebagai-bahan-obat-alami/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5157660843282796905-1693982789772661313?l=kesehatan4you.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatan4you.blogspot.com/feeds/1693982789772661313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5157660843282796905&amp;postID=1693982789772661313' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5157660843282796905/posts/default/1693982789772661313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5157660843282796905/posts/default/1693982789772661313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatan4you.blogspot.com/2008/11/adas-tanaman-yang-berpotensi.html' title='ADAS TANAMAN YANG BERPOTENSI DIKEMBANGKAN SEBAGAI BAHAN OBAT ALAMI'/><author><name>njw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16840583179430603727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5157660843282796905.post-6271712014836788050</id><published>2008-11-14T08:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-14T08:33:52.423-08:00</updated><title type='text'>Adas tanaman obat</title><content type='html'>Uraian :&lt;br /&gt;Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm - 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 - 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 - 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 - 1 0 em, panj’ ang gagang bunga 2 - 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 - 10 mm, lebar 3 - 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lokal :&lt;br /&gt;Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Yang Dapat Diobati :&lt;br /&gt;Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit,; Diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk,; Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak tertur, rematik goat,; Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik,; Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu,; Pembengkakan saluran sperma (epididimis),; Penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis),; Keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi :&lt;br /&gt;SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS Buah : buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung. Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil). KANDUNGAN KIMIA : Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 - 6%, mengandung 50 - 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin). Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : 1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan. 2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus). 3. Menghilangkan dingin dan dahak. 4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan. 5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal. 6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGIAN YANG DIGUNAKAN :&lt;br /&gt;Buah masak (Xiaohuixiang, hui-hsiang). Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGUNAAN:&lt;br /&gt;Buah bermanfaat untuk mengatasi :&lt;br /&gt;- sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual,&lt;br /&gt;muntah, diare,&lt;br /&gt;- sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan,&lt;br /&gt;- batuk berdahak, sesak napas (asma),&lt;br /&gt;- haid: nyeri haid, haid tidak teratur,&lt;br /&gt;- air susu ibu (ASI) sedikit,&lt;br /&gt;- putih telur dalam kencing (proteinuria),&lt;br /&gt;- susah tidur (insomnia),&lt;br /&gt;- buah pelir turun (orchidoptosis),&lt;br /&gt;- usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis),&lt;br /&gt;- pembengkakan saluran sperma (epididimis),&lt;br /&gt;- penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis),&lt;br /&gt;- mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya,&lt;br /&gt;- rematik gout, dan&lt;br /&gt;- keracunan tumbuhan obat atau jamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun berkhasiat mengatasi :&lt;br /&gt;- batuk,&lt;br /&gt;- perut kembung, koilk,&lt;br /&gt;- rasa haus, dan&lt;br /&gt;- meningkatkan penglihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA PEMAKAIAN :&lt;br /&gt;Buah adas sebanyak 3 - 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum.&lt;br /&gt;Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka.&lt;br /&gt;Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONTOH PEMAKAIAN :&lt;br /&gt;1. Batuk&lt;br /&gt;a. Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2&lt;br /&gt;cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok&lt;br /&gt;teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali&lt;br /&gt;sehari, sampai sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Siapkan daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2&lt;br /&gt;kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum,&lt;br /&gt;bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang&lt;br /&gt;jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong&lt;br /&gt;seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa&lt;br /&gt;setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali&lt;br /&gt;sehari, masing-masing 1/2 gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sesak napas&lt;br /&gt;a. Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok&lt;br /&gt;makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari,&lt;br /&gt;sampai sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Siapkan adas 1/2 sendok teh, pulosari ¼ jari, rirnpang kencur 2&lt;br /&gt;jari, rirnpang temulawak 1 jari, jintan hitam 114 sendok teh, daun&lt;br /&gt;poncosudo (Jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah&lt;br /&gt;3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Baban-bahan tadi&lt;br /&gt;lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira&lt;br /&gt;separonya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk diminum.&lt;br /&gt;Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sariawan&lt;br /&gt;Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler&lt;br /&gt;1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam,&lt;br /&gt;daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut&lt;br /&gt;1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari,&lt;br /&gt;rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci&lt;br /&gt;dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus&lt;br /&gt;dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah&lt;br /&gt;dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup&lt;br /&gt;3/4 gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Haid tidak teratur&lt;br /&gt;Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam,&lt;br /&gt;jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari,&lt;br /&gt;bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu&lt;br /&gt;sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.&lt;br /&gt;Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai&lt;br /&gt;tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari,&lt;br /&gt;masing-masing 3/4 gelas. Keracunan tumbuhan obat atau jamur&lt;br /&gt;Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g, lalu seduh dengan&lt;br /&gt;setengah cangkir arak. Minum selagi hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Batu empedu&lt;br /&gt;Serbuk buah adas sebanyak 5 g diseduh dengan 1 cangkir air&lt;br /&gt;panas. Min&lt;br /&gt;from:http://embundaun.wordpress.com/2008/10/27/928/#more-928&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5157660843282796905-6271712014836788050?l=kesehatan4you.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatan4you.blogspot.com/feeds/6271712014836788050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5157660843282796905&amp;postID=6271712014836788050' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5157660843282796905/posts/default/6271712014836788050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5157660843282796905/posts/default/6271712014836788050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatan4you.blogspot.com/2008/11/adas-tanaman-obat.html' title='Adas tanaman obat'/><author><name>njw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16840583179430603727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5157660843282796905.post-3933119196260824142</id><published>2008-11-14T08:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-14T08:27:57.310-08:00</updated><title type='text'>PETUNJUK PENGGUNAAN TANAMAN OBAT</title><content type='html'>Dalam menggunakan tumbuhan obat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga hasil pengobatan yang maksima. Bacalah dengan seksama semua petunjuk seputar timbuhan obat di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; A. NAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang perlu dijelaskan tentang nama tumbuhan obat yang dipakai dalam buku ini.&lt;br /&gt;Nama pada judul ; menggunakan nama yang paling umum digunakan pada kepustakaan yang ada.&lt;br /&gt;Nama ilmiah ; menggunakan nama yang paling umum dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; B. WAKTU PENGUMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna mendapatkan bahan yang terbaik dari tumbuhan obat, perlu diperhatikan saat-saat pengumpulan atau pemetikan bahan berkhasiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini pedoman waktu pengumpulan bahan obat secara umum.&lt;br /&gt;Daun dikumpulkan sewaktu tanaman berbunga dan sebelum buah menjadi masak.&lt;br /&gt;Bunga dikumpulkan sebelum atau segera setelah mekar.&lt;br /&gt;Buah dipetik dalam keadaan masak.&lt;br /&gt;Biji dikumpulkan dari buah yan g masak sempurna.&lt;br /&gt;Akar, rimpang (rhizome), umbi (tuber), dan umbi lapis (bulbus) dikumpulkan sewaktu proses tumbuhan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PENCUCIAN DAN PENGERINGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan obat yang sudah dikumpulkan segera dicuci bersih, sebaiknya dengan air yang mengalir. Setelah bersih, dapat segera dimanfaatkan bila diperlukan pemakaian yang bahan segar. Namun, bisa pula dikeringkan untuk disimpan dan digunakan bila sewaktu-waktu dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air dan mengcegah pembusukan oleh cendawan atau bakteri. Dengan demikian, bahan dapat disimpan lebih lama dalam stoples atau wadah yang tertutup rapat. Bahan kering juga mudah dihaluskan bila ingin dibuat serbuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini cara mengeringkan bahan obat :&lt;br /&gt;Bahan berukuran besar dan banyak mengandung air dapat dipotong-potong seperlunya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Pengeringan bisa langsung dibawah sinar matahari, atau memakai pelindung seperti kawat halus jika menghendaki pengeringan yang tidak terlalu cepat.&lt;br /&gt;Pengeringan bisa juga dilakukan dengan mengangin-anginkan bahan ditempat yang teduh atau di dalam ruang pengering yang aliran udaranya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. SIFAT DAN CITA RASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Traditional Chinese Pharmacology dikenal 4 macam sifat dan 5 macam cira rasa tumbuhan obat, yang merupakan bagian dari cara pengobatan tradisional timur. Adapun keempat macam sifat tumbuhan obat itu ialah dingin, panas, hangat, dan sejuk. Tumbuhan obat yang sifatnya panas dan hangat dipakai untuk pengobatan sindroma dingin, seperti pasien yang takut dingin, tangan dan kaki dingin, lidah pucat atau nadi lambat. Tumbuhan obat yang bersifat dingin dan sejuk digunakan untuk pengobatan sindroma panas, seperti demam, rasa haus, warna kencing kuning tua, lidah merah atau denyut nadi cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima macam cita rasa dari tumbuhan obat ialah pedas, manis, asam, pahit, dan asin. Cita rasa ini digunakan untuk tujuan tertentu karena selain berhubungan dengan organ tubuh, juga mempunyai khasiat dan kegunaan tersendiri. Misalnya rasa pedas mempunyai sifat menyebar dan merangsang. Rasa manis berkhasiat tonik dan menyejukan. Rasa asam berkhasiat mengawetkan dan pengelat. Rasa pahit dapat mengilangkan panas dan lembab. Sementara rasa asin melunakkan dan sebagai pencahar. Kadang-kadang ada juga yang menambahkan cita rasa yang keenam, yaitu netral atau tawar yang berkhasiat sebagai peluruh kencing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. CARA MEREBUS RAMUAN OBAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perebusan umumnya dilakukan dalam pot tanah, pot keramik, atau panic email,. Pot keramik dapat dibeli di took obat tradisional Tionghoa. Panic dari besi, alumunium atau kuningan sebaiknya tidak digunakan untuk merebus. Hal ini diingatkan karena bahan tersebut dapat menimbulkan endapan, konsentrasi larutan obat yang rendah, terbentuknya racun atau menimbulkan efek samping akibat terjadinya reaksi kimia dengan bahan obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan air yang bersih untuk merebus. Sebaiknya digunakan air tawar, kecuali ditentukan lain. Cara merebus bahan sebagai berikut. Bahan dimasukkan ke dalam pot tanah. Masukkan air sampai bahan terendam seluruhnya dan permukaan air sekitar 30 mm diatasnya. Perebusan dimulai bila air telah meresap kedalam bahan ramuan obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan perebusan dengan api sesuai petunjuk pembuatan. Apabila nyala api tidak ditentukan, biasanya perebusan dilakukan dengan api besar sampai airnya mendidih. Selanjutnya api dikecilkan untuk mencegah air rebusan meluap atau terlalu cepat kering. Meski demikian, adakalanya api besar dan api kecil digunakan sendiri-sendiri sewaktu merebus baha obat. Sebagai contoh, obat yang berkhasiat tonik umumnya direbus dengan api kecil sehingga zat berkhasiatnya dapat secara lengkap dikeluarkan dalam air rebusan. Demikian pula tumbuhan obat yang mengandung racun perlu direbus dengan api yang kecil dalam waktu yang agak lama, sekitar 3-5 jam untuk mengurangi kadar racunnya. Nyala api yang besar digunakan untuk ramuan obat yang dimaksudkan agar pendidihan menjadi cepat dan penguapan berlebih dari zat yang merupakan komponen aktif tumbuhan dapat dicegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. WAKTU MINUM OBAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak terdapat petunjuk pemakaian, biasanya obat diminum sebelum makan kecuali obat tersebut merangsang lambung maka diminum setelah makan. Obat berkhasiat tonik diminum sewaktu perut kosong, dan obat berkhasiat sedative diminum sewaktu ingin tidur. Pada penyakit kronis diminum sesuai jadwal secara teratur. Rebusan obat bisa diminum sesering mungkin sesuai kebutuhan atau diminum sebagai pengganti teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. CARA MINUM OBAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat biasanya diminum satu dosis sehari yang dibagi untuk 2-3 kali minum. Umumnya diminum selagi hangat, terutama untuk pengobatan sindroma luar. Setelah minum obat, pakailah baju tebal atau tidur berselimut supaya tubuh tetap hangat dan mudah mengeluarkan keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengobatan sindroma panas, obat diminum dalam keadaan dingin. Sebaliknya untuk pengobatan sindroma dingin obat diminum dalam keadaan hangat. Obat yang sedikit toksik, diminum sedikit demi sedikit tetapi sering. Tambahkan dosisnya secara bertahap sehingga efek pengobatan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. LAMA PENGOBATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan obat yang masih berupa simplisia, hasil pengobatannya tampak lambat, namun sifatnya konstruktif atau membangun. Hal ini berbeda dengan obat kimiawi yang hasil pengobatannya terlihat cepat namun destruktif. Oleh karena itu, obat yang berasal dari tumbuhan tidak dianjurkan penggunaannya untuk penyakit-penyakit infeksi akut. Tumbuhan obat lebih diutamakan untuk memelihara kesehatan dan pengobatan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan dengan obat kimiawi, atau memerlukan kombinasi antara obat kimiawi dengan obat dari tumbuhan berkhasiat.http://www.tanaman-obat.com/index.php/tanaman-obat/1-petunjuk-penggunaan-tanaman-obat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5157660843282796905-3933119196260824142?l=kesehatan4you.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatan4you.blogspot.com/feeds/3933119196260824142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5157660843282796905&amp;postID=3933119196260824142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5157660843282796905/posts/default/3933119196260824142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5157660843282796905/posts/default/3933119196260824142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatan4you.blogspot.com/2008/11/petunjuk-penggunaan-tanaman-obat.html' title='PETUNJUK PENGGUNAAN TANAMAN OBAT'/><author><name>njw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16840583179430603727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5157660843282796905.post-4572086109191634930</id><published>2008-11-12T17:57:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T18:35:02.883-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='obat alami'/><title type='text'>MANFAAT  TIMUN SEBAGAI OBAT ALAMI</title><content type='html'>Timun yang biasa hanya Anda pakai untuk lalapan atau rujakan, ternyata lebih bermanfaat dari itu. Tanaman ini gampang ditanam dan mudah didapatkan. Padahal, khasiatnya dahsyat; darah tinggi dan demam bisa luruh karena tanaman ini.&lt;br /&gt;Timun atau mentimun adalah tanaman merambat yang mempunyai sulur dahan berbentuk spiral. Biasanya ditanam di sawah dan di ladang-ladang sebagai tanaman untuk sayur atau pun rujak. Timun ada beberapa jenis, antara lain watang, turus, suri, dan krai.&lt;br /&gt;Buah dari tumbuhan yang bernama latin Cucumis sativus ini dipercaya mengandung zat-zat saponin, mengeluarkan lendir, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang, vitamin A, B1, dan C. Biji buah mentimun mengandung banyak vitamin E untuk menghambat penuaan dan menghilangkan kerut.&lt;br /&gt;Timun mentah bersifat menurunkan panas badan, juga meningkatkan stamina. Selain itu, timun juga mengandung flavonoid dan polifenol sebagai antiradang serta mengandung asam malonat yang berfungsi menekan gula agar tidak berubah menjadi lemak, baik untuk mengurangi berat badan.&lt;br /&gt;Kandungan seratnya yang tinggi berguna untuk melancarkan buang air besar, menurunkan kolesterol, dan menetralkan racun. Mentimun juga mengandung kukurbitasin C, yang berkhasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit hepatitis.&lt;br /&gt;Berikut sejumlah contoh ramuan timun bagi kesehatan yang kami rangkum dari pelbagai sumber;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat sariawan.&lt;br /&gt;Buah yang sering digunakan sebagai pelengkap hidangan rujak ini ternyata bermanfaat untuk meredakan sariawan atau seriawan. Dengan memakannya setiap hari dalam jumlah cukup, niscaya buah yang memberi rasa dingin di rongga mulut ini mampu meredam "panas" sariawan. Tentu saja memakannya tanpa bumbu rujak atau sambal terasi, supaya mulut tidak malah jadi "terbakar".&lt;br /&gt;K. Heyne Voderman dalam bukunya, Tijdschr. v. Inl. Geneeskundigen 1895, mengaku menyaksikan penderita sariawan yang berusaha berobat ke Eropa dengan hasil sia-sia, bahkan jadi kekurangan darah. Mereka akhirnya sembuh sempurna setelah setiap hari memakan sembilan buah mentimun selama beberapa bulan sembari melakukan diet ketat terhadap susu, telur, dan anggur.&lt;br /&gt;Sayangnya, senyawa yang dikandung buah yang sangat berair ini belum diketahui akibat sangat langkanya penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan kulit dan wajah.&lt;br /&gt;Perawatan dengan buah-buahan selama ini dianggap relatif aman bagi kesehatan kulit wajah dan rambut. Perawatan kecantikan seperti ini lebih baik daripada menggunakan produk kosmetika yang umumnya mengandung zat kimia. Kelebihan lain, perawatan ini bisa dilakukan sendiri di rumah pada saat-saat senggang.&lt;br /&gt;Timun sangat cocok digunakan untuk semua jenis kulit. Kandungan airnya mampu menyegarkan kulit wajah. Cara memakainya pun sangat mudah. Letakkan irisan timun pada wajah beberapa saat, lalu gosokkan perlahan-lahan pada seluruh wajah dan leher.&lt;br /&gt;Untuk pembersih dan penyegar wajah, gunakan masker campuran timun yang dicincang dan yoghurt. Diyakini campuran ini cocok untuk semua jenis kulit. Yang perlu diingat, pilihlah buah-buahan yang cocok dengan jenis kulit agar mendapatkan wajah segar berseri seperti yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperlancar air seni dan menurunkan darah tinggi.&lt;br /&gt;Jus timun merupakan salah satu diuresis terbaik untuk melancarkan air seni dan juga menurunkan darah tinggi. Selain itu jenis sayuran ini enak dimakan mentah serta menyehatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata yang sering lelah dan mengantuk.&lt;br /&gt;Tempelkan irisan timun sebesar mata setiap tiga menit selama 20 menit pada kelopak untuk mengatasi mata yang sering lelah dan mengantuk.&lt;br /&gt;Obat jerawat. Ambil timun sebiji, iris-iris secukupnya sesuai kebutuhan. Tempelkan pada muka, khususnya daerah yang berjerawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat demam.&lt;br /&gt;Ambil timun dua-tiga biji. Parut dan peras airnya. Tempelkan parutan buah pada bagian perut. Lakukan hingga demam mereda.&lt;br /&gt;Timun kaya akan silikon dan fluorin dan rendah kandungan kalorinya. Kalium membantu merangsang ginjal untuk membuang sisa metabolisme dan deposit lemak. Baik untuk kulit kering, kulit yang terbakar sinar matahari, eksem, gangguan hati, serta untuk kesehatan rambut dan kuku. Gunakan sebagai pasta untuk mengobati gigitan serangga, gatal-gatal karena tumbuhan, dan kulit yang terbakar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posted by Roshdeef&lt;br /&gt;http://free-mans.blogspot.com/2006/05/obat-alami-dengan-buah-timun.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5157660843282796905-4572086109191634930?l=kesehatan4you.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kesehatan4you.blogspot.com/feeds/4572086109191634930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5157660843282796905&amp;postID=4572086109191634930' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5157660843282796905/posts/default/4572086109191634930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5157660843282796905/posts/default/4572086109191634930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kesehatan4you.blogspot.com/2008/11/manfaat-timun-sebagai-obat-alami.html' title='MANFAAT  TIMUN SEBAGAI OBAT ALAMI'/><author><name>njw</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16840583179430603727</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
